SINOPSIS FILM HOTEL RWANDA

Saya sebenarnya sudah tahu film Hotel Rwanda ini sejak lama, namun saya tidak terlalu tertarik menontonnya karena banyak film - film action yang lebih menarik untuk saya tonton.

Namun ketika mengikuti Bimbingan Teknis di Mahkamah Konstitusi akhir Juni kemarin, beberapa hakim di MK menyarankan kami para peserta bimbingan teknis untuk menonton film ini, karena film ini diangkat dari kisah nyata perjalanan negara Rwanda dan seorang manager hotel bernama Paul Rusesabagina yang diperankan oleh Don Cheadle.

                                                  (sumber foto : wikipedia)


Film ini saya masukkan kedalam kategori film hukum dan politik, karena erat kaitannya dengan Hak Asasi Manusia dan kedaulatan sebuah negara dalam satu kesatuan masyarakat yang berbeda-beda, seperti layaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. Film ini juga memberikan gambaran nyata bagaimana bila terjadi disintegrasi bangsa Indonesia karena perbedaan suku, agama dan ras dipermainkan untuk kepentingan politik tertentu.

Film ini diawali oleh sebuah narasi dari siaran radio yang menggambarkan ketegangan 2 suku terbesar di Rwanda, yakni suku Tutsi dan Hutu. Suku Hutu menuduh suku Tutsi dari sejak jaman penjajahan telah menjadi pengkhianat dengan menjadi antek penjajah. Secara terus menerus melalui siaran radio tersebut kebencian masyarakat suku Hutu kepada suku Tutsi dibangun. Suku Tutsi digambarkan memiliki perawakan yang lebih putih dan memiliki hidung yang lebih mancung dari orang - orang suku Hutu.

Paul Rusesabagina yang merupakan manager hotel Des Mille Collines yang dimiliki oleh Sabena. Paul memiliki istri dari suku Tutsi. Dalam menjalankan pekerjaannya Paul diharuskan memberikan suap kepada para aparat untuk memperoleh pasokan untuk hotel, salah satunya adalah George Rutaganda seoarang pengusaha dan juga pemimpin Interahamwe yakni sebauah milisi lokal anti Tutsi yang brutal.

Ketegangan pada film ini terjadi ketika presiden Rwanda yang hendak menandatangani kesepakatan damai antara suku Hutu dan Tutsi terbunuh dalam perjalanan pesawat. Berita kematian presiden ini digunakan oleh kelompok suku Hutu untuk melakukan penyerangan pada suku Tutsi.

Karena merasa terancam keselamatan keluarganya, Paul membawa keluarga dan para tetangganya ke hotel, di hotel Paul menganggap keadaan aman karena kehadiran pasukan keamanan PBB dibawah pimpinan Kolonel Oliver yang diperankan oleh Nick Nolte, akan tetapi pemikiran Paul keliru, walaupun pada awalnya pihak pasukan keamanan PBB terlihat melindungi hotel, namun ternyata pasukan keamanan PBB hanya mengutamakan keamanan para WNA yang sedang menginap atau berlindung di hotel tersebut, dan tugas utama mereka adalah melakukan evakuasi para WNA saja, sementara untuk warga lokal hanya menjadi paling akhir diprioritaskan..

Pada bagian akhir film dituliskan, bahwa Paul Rusesabagina menyelamatkan nyawa 1268 orang pengungsi Rwanda di Hotel Des Mille Collines, dan kini tinggal di Belgia bersama keluarganya.

Didalam kisah ini ada yang dapat kita ambil sebagai suatu pelajaran, bahwa kebencian dapat membawa kesengsaraan bukan saja kepada yang dibenci, namun juga yang membenci. Alkitab mencatat bahwa seorang pembenci adalah orang yang berjalan dalam kegelapan dan bukan didalam terang walaupun ia mengklaim terang tersebut (1 Yohanes 2:9,11)

Sekitar 1 juta orang tewas akibat kejahatan genosida di Rwanda ini, dan bagaimana cara paul menyelamatkan keluarga sekaligus para pengungsi di hotel dalam situasi tersebut ? ayo segera ditonton..

Komentar

Postingan Populer